BATANG HARI | HARIMAUSANGKILANINFO.COM – Para perangkat desa di wilayah Kabupaten Batang Hari menyampaikan keluhan mendalam terkait penundaan pembayaran Penghasilan Tetap (Siltap) yang belum terselesaikan secara penuh. Pembayaran yang kerap disalurkan secara bertahap dalam jumlah kecil membuat pengabdi masyarakat ini kesulitan memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari beberapa perangkat desa yang enggan disebutkan nama nya mengutarakan ‘tunggakan gaji kami mencakup sisa hak selama tiga bulan TA 2025, serta empat hingga lima bulan di tahun 2026. Secara total, hak yang belum diterima mencapai hampir 8 (delapan) bulan.
Lanjut nya, “Situasi ini dirasakan sangat berat karena berbanding terbalik dengan tuntutan pelayanan maksimal kepada masyarakat”
“Kami diminta hadir dan melayani setiap hari, sementara biaya makan dan sekolah anak terus berjalan. Bahkan untuk keperluan kecil di kantor pun kami bingung,”
ungkap salah satu perwakilan perangkat desa. “Beberapa dari kami perangkat desa terpaksa berutang di warung (toko manisan), hingga kini merasa sungkan berpapasan dengan pemilik toko tersebut”

Dalam bahasa daerah, seorang pemangku jabatan juga menyampaikan keprihatinan yang menyentuh hati melalui media sosial : “Juluk la bang nge, la malak makan dak belauk, MBG kami ko dak dapat”, yang menggambarkan betapa sulitnya memenuhi kebutuhan makan sehari-hari akibat belum diterimanya hak penghasilan.

Merespons hal ini, para perangkat desa berharap Besar kepada Pemerintah Kabupaten Batang Hari agar dapat mengintruksikan kepada jajaran nya mengubah pola pencairan dan tidak lagi mencicil dalam jumlah kecil. Minimal, separuh atau setara empat bulan dari total tunggakan dapat dicairkan sekaligus guna meringankan beban utang dan kebutuhan mendesak.
Hingga berita diterbitkan, para perangkat desa menanti kepastian jadwal pencairan agar pelayanan publik di tingkat desa tetap berjalan dengan tenang.
Jurnalis: Azharudin S.Pd.I







