BATANG HARI – harimausangkilaninfo.com, – Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Batanghari tak tinggal diam. Pada Jumat (19/6/2026), ia berupaya menghubungi secara langsung oknum anggota Polri berinisial HM — baik lewat pesan maupun panggilan telepon — demi memenuhi asas keseimbangan dalam pemberitaan.

Namun hasilnya: bisu seribu bahasa.

Hingga berita ini dimuat, HM tak memberi satu pun penjelasan atau bantahan meski telah dihubungi secara wajar.

Langkah ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan kewajiban tegas menurut Undang‑Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Aturan itu menegaskan: pers bebas namun wajib berimbang; pihak yang tersangkut juga berhak mengajukan Hak Jawab atau Hak Koreksi. Jika timbul perselisihan, penyelesaiannya harus mengacu aturan pers dan Dewan Pers, bukan cara lain.

Masyarakat pun tak diam.

Aktivis Batanghari, Boy BF, menuntut kepolisian bekerja tanpa pandang bulu. “Proses harus mengikuti prosedur baku dan Kode Etik Polri. Jika terbukti bersalah, jatuhkan tindakan tegas. Demi menjaga kepercayaan rakyat pada semboyan Polri untuk masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, saat perwakilan wartawan dan Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) mendatangi kantor Polres Batanghari Jumat siang sekitar pukul 12.00 WIB, Kanit Pidana Umum IPDA Ginting memberi jawaban jelas: laporan terkait HM sudah dikirim ke Bidang Propam Polda Jambi sejak Kamis (18/6/2026) dan kini dalam tahap penyelidikan. Ia menegaskan, kasus yang sama tak boleh dilaporkan di dua tempat sekaligus agar tak terjadi tumpang‑tindih administrasi.

Perlu diingat: nama HM tak hanya dikaitkan dengan dugaan ancaman terhadap wartawan dan pengurus LCKI. Ia juga terseret dalam kasus panas dugaan pengawalan truk pengangkut batu bara yang kini menjadi sorotan publik luas.

Sampai detik ini, wartawan bersama perwakilan LCKI tak berhenti berusaha menjangkau HM — yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah Muara Tembesi — demi mendengar penjelasannya secara langsung. Keberimbangan berita tetap dikejar meski hingga kini hanya dibalas keheningan.