BATANG HARI — Menindaklanjuti instruksi Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, melalui program aksi “jemput bola”, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Hari berkolaborasi dengan Puskesmas Maro Sebo Ilir menggelar Edukasi dan Penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Kamis (20/8/2026). Kegiatan proaktif yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menyasar langsung para pekerja sektor perkebunan dan industri di wilayah Maro Sebo Ilir guna memangkas risiko kecelakaan kerja serta mewujudkan komitmen Zero Accident (Nol Kecelakaan).
Langkah strategis ini menyasar area krusial perkebunan dan manufaktur lokal, termasuk tenaga kerja di kawasan PT Indo Sawit Subur, PT Taramitra Indonesia Sejahtera, hingga pelaku industri mandiri sekitar. Mengingat Maro Sebo Ilir didominasi oleh aktivitas pertanian dan perkebunan berisiko tinggi, penerapan norma keselamatan tak lagi dipandang sebagai kewajiban formalitas semata, melainkan fondasi utama bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi keluarga pekerja.
Kepala Puskesmas Maro Sebo Ilir, Ns. Inayah, S.Kep, menegaskan bahwa edukasi langsung di lapangan merupakan langkah paling efektif untuk membangun kesadaran kolektif agar norma K3 melekat menjadi budaya kerja sehari-hari.
”Keselamatan para pekerja adalah prioritas tertinggi kami. Melalui aksi jemput bola sesuai arahan arahan Pak Bupati, kami hadir langsung di tengah masyarakat dan kawasan industri untuk memastikan para pekerja memiliki pengetahuan memadai dalam melindungi diri mereka di lingkungan kerja,” ungkap Ns. Inayah, S.Kep di sela-sela kegiatan.
Dalam penyuluhan interaktif tersebut, tim gabungan memfokuskan edukasi pada empat pilar utama keselamatan kerja:
Identifikasi Potensi Bahaya: Pelatihan menguji dan mengenali risiko spesifik di area kerja, mulai dari pengoperasian alat berat, penggunaan bahan kimia pertanian, hingga penyesuaian postur tubuh yang ergonomis saat beraktivitas.
Pentingnya Alat Pelindung Diri (APD): Menanamkan pemahaman bahwa helm, sepatu bot, sarung tangan, dan masker adalah perisai utama pelindung nyawa, bukan beban pekerjaan.
Simulasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K): Pelatihan praktis penanganan darurat jika terjadi insiden di lapangan guna mencegah tingkat fatalitas sebelum bantuan medis tiba.
Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Edukasi pentingnya pemenuhan gizi seimbang, kebersihan diri, dan istirahat yang cukup guna mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK).
Sinergi solid antara Dinkes Batang Hari, Puskesmas Maro Sebo Ilir, dan dunia usaha ini diharapkan dapat menekan angka absensi pekerja akibat sakit atau cedera. Dengan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan kondusif, setiap pekerja dapat berangkat mencari nafkah dengan tenang dan pulang kembali ke rumah dalam keadaan sehat walafiat.(Red)
jurnalis:Azharudin.spd.i







