BATANG HARI, JAMBI — Dunia pendidikan kembali ternoda oleh peristiwa kekerasan di lingkungan sekolah. Seorang siswa yang baru saja pindah dari Purwakarta dilaporkan menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah kakak kelasnya di SMAN 5 Batang Hari, Jambi. Peristiwa memprihatinkan ini dengan cepat memicu gelombang empati sekaligus kecaman luas dari masyarakat yang menuntut keadilan bagi korban.
Aksi pengeroyokan terhadap siswa pendatang baru tersebut dinilai tidak sekadar melukai fisik korban, melainkan mencederai semangat belajar dan suasana pendidikan yang seharusnya aman, ramah, dan inklusif. Praktik intimidasi serta senioritas yang disalahgunakan ini memantik desakan agar kasus ini dikawal ketat dan tidak dibiarkan tertutup penyelesaian di bawah tangan.
Merespons peristiwa tersebut, elemen masyarakat dan pengamat pendidikan menyampaikan tiga tuntutan tegas:
- Pihak Sekolah Didesak Transparan dan Tegas Mengambil langkah disiplin paling berat terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Tidak boleh ada pembiaran, penutupan fakta, atau penyelesaian kekeluargaan yang merugikan hak dan kepentingan korban.
- Aparat Penegak Hukum Mengusut Tuntas Mengungkap motif dan menindaklanjuti dugaan tindak pidana pengeroyokan secara transparan, adil, dan profesional tanpa pandang bulu, demi menegakkan kepastian hukum.
- Perlindungan dan Evaluasi Menyeluruh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) diminta segera memberikan pendampingan psikologis serta jaminan keamanan penuh bagi korban. Di samping itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pengendalian pergaulan di lingkungan SMAN 5 Batang Hari.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa lingkungan pendidikan wajib terbebas dari segala bentuk premanisme, perundungan, dan kekerasan. Masyarakat berkomitmen untuk terus mengawal jalannya proses hukum hingga korban mendapatkan keadilan yang sesungguhnya, serta memastikan sekolah kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anak tanpa kecuali.
Hidayat







