BATANGHARI — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menyelimuti wilayah Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Kondisi udara yang kian memburuk ini memicu keresahan mendalam di kalangan warga karena sudah mulai mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.

​Kian hari, jarak pandang di sejumlah titik terus menurun, disertai bau menyengat sisa pembakaran yang menusuk hidung. Aktivitas luar ruangan warga menjadi terhambat, sementara ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)—terutama pada anak-anak dan lansia—menjadi kekhawatiran utama yang makin nyata.

​Melihat situasi yang tak kunjung membaik, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Batanghari bersama Pemerintah Provinsi Jambi untuk tidak tinggal diam dan segera melancarkan langkah penanganan yang signifikan.

​Penanganan Terpadu di Lapangan: Warga meminta tim Satgas Karhutla memperluas cakupan pemadaman darat dan udara (water bombing) untuk memadamkan titik-titik api aktif secara cepat dan menyeluruh.

​Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Pihak berwenang didorong menindak tegas oknum maupun korporasi yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal demi memberikan efek jera.

​Layanan Kesehatan Darurat: Pemda diharapkan segera mendirikan posko kesehatan gratis dan membagikan masker standar medis kepada masyarakat terdampak.

​Masyarakat menegaskan bahwa respons cepat dan konkret dari pemerintah sangat dinantikan agar bencana asap ini tidak terus meluas dan merenggut hak warga atas udara bersih.(Red)

JURNALIS:Taufik Hidayat