BATANGHARI-Jagat media sosial di Kabupaten Batanghari mendadak heboh menyusul beredarnya unggahan serta sederet komentar warga di grup Facebook Kabar Batanghari Kito. Warga secara terbuka menyuarakan keresahan mereka terkait dugaan aktivitas peredaran gelap narkotika jenis sabu yang kian terang-terangan di kawasan Nes 7, Desa Batin, Kecamatan Bajubang.

​Dalam unggahan yang menarik perhatian ratusan netizen tersebut, akun warga membeberkan dugaan adanya oknum bernama Ade yang dikenal sebagai informan (cepu) aparat, namun diduga justru nyambi berjualan sabu. Keberanian warga bersuara ini langsung memicu gelombang tanggapan dari netizen lainnya yang turut membongkar lokasi hingga identitas terduga pelaku lainnya.

​Sebut Nama Terduga dan Lokasi Transaksi

​Di kolom komentar, warga saling bersahutan mengungkapkan rinci informasi di lapangan. Nama Weldi Irwansyah alias Iwil—yang bertempat tinggal tepat di sebelah masjid Kampung Nes 7—serta nama Nanda (anak Partok) ikut disorot warga sebagai pihak yang diduga menjalankan aktivitas haram tersebut.

​Tak hanya itu, warga juga meluapkan kekecewaan atas lambatnya penindakan di tingkat lokal. Beberapa komentar secara pedas menyindir aparat penegak hukum dengan kiasan “pura-pura tidak tahu” hingga memunculkan spekulasi tudingan “setoran lancar”.

​Saran Warga: Lapor Langsung ke Polda Jambi

​Krisis kepercayaan terhadap penanganan di tingkat bawah membuat netizen menyarankan agar aduan tidak lagi disampaikan ke tingkat Polres, melainkan langsung ditujukan kepada Kapolda Jambi dan Ditresnarkoba Polda Jambi. Langkah ini dinilai penting demi menjaga transparansi dan menghindari potensi konflik kepentingan.

​Warga mendesak kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas:

​Sidak dan Penyelidikan Langsung: Menurunkan tim independen dari Polda Jambi ke Nes 7 untuk mengusut tuntas kebenaran informasi publik tersebut.

​Tindak Tanpa Pandang Bulu: Menangkap seluruh oknum yang terlibat dalam jaringan peredaran sabu tanpa terpengaruh status cepu atau kedekatan dengan oknum tertentu.

Pembersihan Internal: Memeriksa dan menindak tegas jika ada oknum aparat yang terbukti memberi perlindungan (back up) terhadap bisnis haram ini.

​Aksi berani warga di media sosial ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat sudah sangat resah dan ingin menyelamatkan masa depan generasi muda Batanghari dari bahaya laten narkoba. Warga kini menunggu respons nyata dan tindakan tegas dari jajaran Polda Jambi.(Red)

Jurnalis:Taufik Mersam