HARIMAUSANGKILANINFO,COM-BATANG HARI,–Kemarahan Emak-emak akhirnya pecah.Ratusan warga Desa Pelayangan Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Kamis malam (28/5/2026)

Sekitar pukul 23.00 WIB. Puluhan warga yang mayoritas merupakan ibu-ibu RT 04 mendatangi sekaligus menyeruduk sebuah rumah yang diduga milik seorang terduga bandar narkotika jenis sabu yang sering di panggil dengan nama Mang Cek

Peristiwa yang berlangsung dramatis di tengah malam.Sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar yang menjadi suasana sempat memanas ketika massa meluapkan keresahan mereka terhadap dugaan maraknya peredaran narkotika di wilayah tersebut. Teriakan warga menggema di lokasi, mencerminkan akumulasi kemarahan yang selama ini dipendam akibat dampak sosial yang semakin meresahkan lingkungan desa

Informasi yang dihimpun oleh rekan media ini dari masyarakat mengatakan”Aksi spontan warga ini dipicu oleh keresahan yang sudah lama dirasakan oleh masyarakat terhadap dugaan aktivitas peredaran sabu yang disebut-sebut telah merusak generasi muda di lingkungan .Warga mengaku sudah tidak tahan melihat kondisi sosial yang dinilai semakin memprihatinkan.

Mengetahui situasi mulai tidak kondusif, jajaran kepolisian bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kapolsek Muara Tembesi, IPTU Sugeng, turun langsung bersama personel Polsek Muara Tembesi dan jajaran Polres Batang Hari untuk meredam situasi agar tidak berkembang menjadi aksi anarkis.

Di lokasi kejadian, turut hadir Kasat Narkoba AKP Syafrizal bersama Tim Kuda Hitam serta Unit Buser yang dikenal sebagai tim sergap kriminal. Kehadiran aparat gabungan berhasil menenangkan massa dan mengendalikan keadaan yang sempat memanas.

Kapolsek Muara Tembesi IPTU Sugeng SH saat di konfirmasi oleh rekan media ini membenarkan adanya aksi warga yang menyeruduk rumah terduga bandar sabu tersebut. Namun saat aparat tiba di lokasi, terduga pelaku berinisial MC disebut sudah tidak berada di tempat.

“Benar, ada warga Desa Pelayangan yang mendatangi rumah terduga pelaku berinisial MC. Saat anggota tiba di lokasi, rumah sudah dalam keadaan kosong. Diduga yang bersangkutan melarikan diri untuk menghindari amukan massa,” kaya Kapolsek kepada tim awak media ini.

Menurut IPTU Sugeng, keresahan warga bukan tanpa alasan. Masyarakat menilai peredaran narkoba telah membawa dampak serius terhadap kehidupan sosial di desa mereka. Selain disebut merusak perilaku generasi muda, warga juga mengeluhkan meningkatnya dugaan tindak kriminalitas seperti pencurian buah sawit hingga kenakalan remaja yang dikaitkan dengan pengaruh narkotika.

“Warga mengeluhkan anak-anak mereka banyak yang berubah perilaku, kemudian kasus kehilangan buah sawit juga sering terjadi. Ini menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.

Meski demikian, Kapolsek meminta masyarakat tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkotika merupakan komitmen bersama aparat penegak hukum, dan pihak kepolisian akan terus melakukan langkah-langkah penindakan terhadap para pelaku peredaran narkoba di wilayah hukum Muara Tembesi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan seluruh proses kepada pihak kepolisian. Jangan sampai masyarakat bertindak di luar hukum. Polsek Muara Tembesi bersama Satresnarkoba Polres Batang Hari tetap berkomitmen memberantas peredaran narkotika. Ini adalah bentuk nyata keseriusan kami menjaga keamanan dan menyelamatkan generasi muda,” Ujar IPTU Sugeng.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian luas masyarakat. Warga berharap aparat segera mengambil langkah tegas terhadap jaringan peredaran narkotika yang diduga telah lama meresahkan lingkungan mereka. Di sisi lain, masyarakat juga mendambakan Desa Pelayangan kembali menjadi lingkungan yang aman, bersih, dan terbebas dari ancaman narkoba yang perlahan menggerus masa depan generasi muda.(**)

Taufik Mersam