MUARA BULIAN — Sejumlah warga Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, mengeluhkan minimnya pelibatan tenaga kerja lokal dalam proyek pengerjaan di SD 140/I Seilais. Keinginan warga setempat untuk ikut mencari nafkah sebagai pekerja harian lepas di sekolah tersebut justru berbuah kekecewaan.
Keluhan ini muncul setelah beberapa warga mendatangi lokasi pengerjaan untuk melamar pekerjaan harian. Namun, niat mereka mendapatkan respons yang dinilai kurang menyenangkan dari pihak penanggung jawab lapangan.
Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, mereka sempat menanyakan peluang kerja kepada kepala tukang yang berkegiatan di lokasi, yang diketahui bernama Ijal. Sayangnya, pertanyaan tersebut direspon dengan nada keras dan mengecewakan.
”Kami cuma mau ikut kerja harian buat bantu-bantu ekonomi keluarga. Tapi pas ditanya, kepala tukang (Ijal) malah jawab dengan nada mengecewakan. Dia bilang cuma butuh tukang yang ahli saja,” ujar salah satu warga Malapari.
Sikap tersebut memicu rasa ketidakadilan di tengah masyarakat. Warga berharap keberadaan proyek pengerjaan fasilitas publik di wilayah mereka bisa memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, setidaknya untuk posisi pekerja harian pendukung.
Masyarakat Desa Malapari berharap pihak kontraktor maupun dinas terkait di Kabupaten Batanghari dapat mengevaluasi hal ini dan lebih bijak dalam berkomunikasi dengan warga setempat, serta memberikan porsi bagi tenaga kerja lokal sesuai dengan kapasitas pekerjaan yang ada.(Red)
Jurnalis:Taufik Mersam







