Gantikan Dadan Hindayana, Nanik S. Deyang Resmi Pimpin BGN: Fokus Efisiensi Anggaran dan Kualitas Makan Bergizi Gratis
JAKARTA – harimausangkilaninfo.com Presiden Prabowo Subianto resmi merombak total jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik Sudaryati Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, kini naik pangkat mengisi posisi tertinggi sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk memperkuat akuntabilitas, memperbaiki tata kelola kelembagaan, serta memastikan program prioritas nasional berjalan tanpa hambatan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pergantian pimpinan ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan program gizi nasional selama ini. Bersamaan dengan pelantikan ini, Istana juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru untuk memperketat sistem pengawasan dan audit internal organisasi.
Empat Program & Strategis Baru BGN
Dalam konferensi pers perdana pascapelantikan di Kantor BGN Jakarta, Nanik S. Deyang menegaskan bahwa arah kebijakan BGN di bawah kepemimpinannya akan bergeser secara signifikan. BGN tidak lagi sekadar mengejar kuantitas target penerima manfaat, melainkan berfokus penuh pada efisiensi anggaran dan kualitas hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kamis 4 Juni 2026.
Ada empat langkah utama (jurus baru) yang akan segera direalisasikan oleh manajemen baru BGN:
• Refocusing Penerima Manfaat: Distribusi pangan bergizi akan disaring lebih ketat. Sekolah-sekolah elit atau kategori mahal akan dievaluasi kelayakannya agar bantuan bisa dialihkan sepenuhnya kepada masyarakat yang jauh lebih membutuhkan.
• Moratorium Dapur Baru: BGN menghentikan sementara (moratorium) pembangunan titik-titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur baru guna mencegah pemborosan dan tumpang tindih anggaran.
• Standardisasi & Pembenahan Dapur Lama: Fokus jangka pendek dialihkan untuk membenahi serta mengaudit dapur-dapur SPPG yang sudah beroperasi. Hal ini dilakukan agar fasilitas tersebut memenuhi Standard Operating Procedure (SOP) higienitas demi mencegah insiden keracunan makanan di lapangan.
• Skema Khusus Wilayah 3T dan Kelompok 3B: Distribusi Makan Bergizi Gratis akan diakselerasi dengan fokus utama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Selain itu, intervensi gizi ketat diarahkan pada kelompok Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (3B) menggunakan skema alternatif agar tidak membebani APBN secara berlebih.
Terbuka Terhadap Kritik Publik
Menutup keterangannya, mantan jurnalis senior tersebut menyatakan bahwa jajaran pimpinan BGN yang baru berkomitmen menjalankan manajemen yang transparan dan akuntabel.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk pengawasan lintas sektor, baik dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, hingga Pemda. Kami juga memohon publik tidak ragu untuk mengoreksi dan memberikan masukan jika melihat adanya kekeliruan dalam implementasi program di lapangan,” pungkas Nanik.
***Rd***
Dilansir dari laman BGN







