BATANG HARI. Harimausangkilaninfo.com, – Tahukah Anda? Bukan hanya sungai, sawah, atau jalanan yang dipenuhi sampah plastik. Saat ini, serpihan halusnya—mikroplastik—sudah masuk ke dalam air yang kita minum, makanan yang kita santap, bahkan sampai bersarang di dalam tubuh manusia!

Fakta mengerikan ini dibongkar secara tegas oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, Almi Cab, S.K.M, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2026. Melalui kampanye besar yang digelar serentak di seluruh wilayah kecamatan, ia mengangkat semangat gerakan: “Hentikan Polusi Plastik, Untuk Bumi yang Lebih Bersih, Sehat dan Lestari”.

Dalam rilis resmi yang disampaikan Jumat kemarin, Almi Cab menegaskan satu hal yang tak bisa ditawar lagi: polusi plastik bukan lagi sekadar masalah pemandangan yang kotor, melainkan bom waktu bagi kesehatan generasi sekarang dan yang akan datang.

“Mikroplastik sudah terdeteksi ada di mana-mana: di rantai makanan, di air minum, bahkan sudah ditemukan di dalam tubuh manusia. Ini bukan lagi sekadar isu lingkungan semata, tapi sudah berubah menjadi isu kesehatan masyarakat yang mendesak dan harus kita tangani bersama-sama, mulai dari sekarang juga!” tegasnya dengan nada prihatin namun penuh semangat mengajak.

Menyandarkan pada tema global tahun ini “Beat Plastic Pollution” atau “Hentikan Polusi Plastik”, Dinkes Batang Hari menjadikan momentum ini sebagai pemicu kesadaran kolektif. Pasalnya, tema ini sangat selaras dengan program utama dinas, yaitu mewujudkan lingkungan yang sehat dan sanitasi yang layak.

Menurut Almi Cab, kunci utama terciptanya masyarakat yang sehat tidak hanya bergantung pada obat atau fasilitas rumah sakit yang lengkap, tapi dimulai dari kebersihan lingkungan tempat tinggal.

“Lingkungan yang bersih adalah syarat mutlak untuk warga yang sehat. Kalau lingkungan kita tercemar oleh sampah plastik yang sulit hancur ini, maka beban penyakit yang mengintai kita pun akan terus bertambah berat,” lanjutnya.

Tak perlu langkah besar dan mahal, lanjut Kepala Dinkes itu. Perubahan bisa dimulai dari hal-hal paling sederhana yang bisa dilakukan setiap orang di rumah dan di jalan.

“Saya mengajak seluruh warga Batang Hari, mari biasakan hal-hal kecil: bawa botol minum sendiri atau tumbler, ganti kantong plastik belanjaan dengan tas kain yang bisa dipakai berulang kali, dan biasakan memilah sampah dari sumbernya di rumah masing-masing. Itu sudah sumbangsih besar untuk kesehatan kita sendiri,” imbaunya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah—terutama sampah plastik—menjadi salah satu indikator penilaian penting dalam mewujudkan predikat Kabupaten Sehat. Oleh sebab itu, Dinkes tidak hanya berhenti pada imbauan lisan saja. Penyuluhan terus digencarkan lewat berbagai kanal media sosial resmi, mulai dari Facebook, Instagram @dinkesbatanghari, hingga akun TikTok DinkesBatangHari, agar pesan bahaya plastik ini menjangkau seluruh lapisan usia, termasuk anak muda.

Di penutup pernyataannya, Almi Cab menyampaikan harapan besar agar momen ini benar-benar membangun kepedulian sejati, bukan sekadar seremonial satu hari saja.

“Mari kita tanamkan prinsip sederhana namun sangat berharga: Sehat lingkungannya, sehatlah masyarakatnya. Jangan biarkan benda yang kita anggap praktis ini justru menjadi penyebab penyakit bagi diri sendiri dan anak cucu kita nanti. Hentikan polusi plastik, selamatkan masa depan Batang Hari!” pungkasnya mengakhiri ajakan yang menggugah hati ini.

***Rd.Sangkilan***