JAMBI — Kepedulian Pemerintah Kabupaten Batang Hari terhadap pengembangan pondok pesantren mendapat apresiasi dari Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Jambi. Dukungan melalui penyaluran dana hibah dinilai menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan kemandirian pesantren.
Ketua FKPP Provinsi Jambi, KH. Buya Margutin Al Manshuri, M.Pd, menyampaikan penghargaan kepada Bupati Batang Hari beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Batang Hari atas kebijakan pemberian dana hibah kepada sejumlah pondok pesantren.
Menurutnya, masing-masing pondok pesantren penerima mendapatkan hibah sebesar Rp400 juta yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kemandirian dan kegiatan ekonomi produktif pesantren.
“Atas nama Forum Komunikasi Pondok Pesantren Provinsi Jambi dan seluruh keluarga besar pondok pesantren, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Batang Hari atas kepedulian dan perhatian yang begitu besar terhadap dunia pesantren,” ujar KH. Buya Margutin dalam keterangannya, September 2026.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah terhadap pesantren tidak semata-mata dilihat dari besaran nominal bantuan. Lebih dari itu, kebijakan tersebut dinilai menunjukkan adanya ruang sinergi antara pemerintah dan pesantren dalam membangun kemandirian masyarakat.
Menurutnya, pondok pesantren tidak hanya memiliki peran dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai sektor ekonomi produktif.
Potensi tersebut antara lain bidang kewirausahaan, pertanian, peternakan, koperasi hingga pengembangan unit-unit usaha yang dapat menopang kemandirian ekonomi pesantren.
“Kami berharap pesantren semakin mampu berdiri di atas kaki sendiri, membangun kemandirian ekonomi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi santri dan masyarakat,” katanya.
Dorong Sinergi Pemerintah dan Pesantren FKPP Provinsi Jambi juga menyampaikan harapan kepada Gubernur Jambi serta seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi agar perhatian terhadap pesantren dapat terus diperkuat sesuai dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
KH. Buya Margutin memahami bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebijakan efisiensi anggaran. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak menutup ruang bagi pemerintah untuk tetap menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak berharap pesantren hanya dipandang sebagai penerima bantuan. Kami berharap pesantren dilihat sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia, membentuk karakter generasi muda, menguatkan ekonomi masyarakat, serta menjaga nilai-nilai agama dan kebangsaan,” ujarnya.
Ia menilai, penguatan pesantren dapat memberikan dampak yang lebih luas apabila diarahkan pada program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Karena itu, FKPP mendorong agar pemerintah daerah dapat membuka ruang sinergi melalui program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pelatihan keterampilan, pengembangan usaha produktif maupun program lainnya yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Batang Hari Dinilai Memberikan Ruang Perhatian, Menurut FKPP Provinsi Jambi, kebijakan Pemerintah Kabupaten Batang Hari tersebut dapat menjadi salah satu contoh bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pesantren di tengah tantangan efisiensi anggaran.
“Batang Hari telah memberikan sebuah teladan bahwa di tengah kondisi efisiensi, perhatian kepada pesantren tetap dapat diwujudkan melalui kebijakan yang tepat, terukur, dan bermanfaat,” tutur KH. Buya Margutin.
Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya di Provinsi Jambi untuk memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren.
“Ketika pemerintah dan pesantren berjalan bersama, maka akan lahir kekuatan besar untuk membangun umat dan daerah,” katanya.
Dalam pernyataannya, Ketua FKPP Provinsi Jambi tersebut juga mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Mā’idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan.”
Ia berharap dukungan terhadap pesantren dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi santri, masyarakat, serta pembangunan daerah.
“Pesantren kuat, ekonomi umat kuat, masyarakat semakin mandiri. Masyarakat mandiri, Jambi semakin maju dan bermartabat,” pungkasnya.
Atas nama FKPP Provinsi Jambi, KH. Buya Margutin kembali menyampaikan apresiasi kepada Bupati Batang Hari beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Batang Hari atas perhatian dan komitmennya terhadap pondok pesantren.
Ia berharap dukungan tersebut dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Batang Hari serta menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pesantren di Provinsi Jambi.
Penulis (Takin)







