Muara Bulian, Batang Hari – Jumat 12 Juni 2026 – Selama tiga hari penuh, suasana di Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, terasa cemas dan haru. Pencarian terhadap Alaka Dwi Pranata, atau yang akrab disapa Pran, anak berusia 6 tahun warga RT 09 RW 03 yang hilang sejak Rabu (10/6/2026) lalu, akhirnya membuahkan hasil. Namun kabar yang diterima bukanlah kabar gembira, melainkan kabar duka yang mendalam bagi keluarga dan seluruh warga sekitar.

Pran ditemukan pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB di sebuah kolam yang berada di area belakang perumahan, tidak jauh dari kediaman keluarganya. Penemuan ini bermula secara tidak sengaja ketika seorang warga bernama Jum hendak beraktivitas di kebun miliknya. Saat tiba di lokasi, ia mencium bau yang tidak biasa dan langsung merasa curiga. Dengan hati-hati, ia mulai menelusuri sumber bau tersebut hingga mengarah ke kolam di belakang rumahnya.

Melihat kondisi yang mencurigakan, Jum segera melaporkan temuannya kepada keluarga Pran yang sejak hari pertama hilang tidak henti-hentinya mencari keberadaan sang anak. Tak lama kemudian, keluarga bersama warga dan petugas yang sudah siaga langsung menuju lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengenalan bersama, dipastikan bahwa yang ditemukan adalah Alaka Dwi Pranata, putra kedua dari pasangan Herman dan Fadhillah Sandi. Jenazah pun segera dievakuasi dengan hati-hati dan dibawa menuju rumah duka untuk proses selanjutnya.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung bergegas ke lokasi bersama warga dan petugas. Setelah dicek, ternyata benar itu adalah ananda Pran. Kami semua merasa sangat sedih dan turut berduka cita,” ujar salah satu perangkat RT setempat dengan nada suara yang terasa haru.

Perjuangan mencari Pran sudah dimulai sejak hari pertama ia dilaporkan hilang. Secara gotong royong, warga sekitar bergabung dengan Babinkamtibmas, Babinsa, serta Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Batang Hari menyisir berbagai lokasi. Mulai dari hutan, kebun-kebun warga, aliran sungai kecil, hingga setiap sudut pekarangan di lingkungan tempat tinggalnya diperiksa dengan teliti. Semua berharap Pran ditemukan dalam keadaan selamat, namun kenyataan berkata lain.

Setelah kabar penemuan menyebar, suasana duka segera menyelimuti lingkungan RT 09 RW 03. Rumah duka dipenuhi oleh tetangga, kerabat, dan warga dari berbagai tempat yang datang melayat sekaligus menguatkan keluarga yang sedang kehilangan. Suasana terasa hening, penuh rasa prihatin dan kepedulian dari masyarakat.

Melalui perwakilan keluarga, ibu almarhum, Fadhillah Sandi, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bentuk bantuan, tenaga, waktu, doa, serta dukungan moril yang diberikan oleh warga setempat maupun masyarakat luas melalui media sosial selama proses pencarian berlangsung.

“Kami sekeluarga hanya bisa memohon keikhlasan dan doa terbaik untuk ananda Pran. Semoga Allah SWT menempatkannya di tempat yang paling mulia, di sisi-Nya yang terindah. Kami pasrah dan ikhlas menerima kehendak Yang Maha Kuasa,” ucap perwakilan keluarga dengan nada tenang namun menyimpan kesedihan yang mendalam.

Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat, terutama pengguna media sosial, agar tidak menyebarluaskan foto maupun rekaman video yang tidak layak terkait peristiwa ini. Langkah ini diambil semata-mata untuk menjaga martabat almarhum serta menghormati perasaan dan privasi keluarga yang sedang dalam masa berduka.

Sebagai penutup, marilah kita panjatkan doa bersama: Al-Fatihah untuk Alaka Dwi Pranata. Semoga beliau mendapatkan husnul khatimah, segala amal kebaikannya diterima oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan yang lapang dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin ya Rabbal Alamin.(*)

Taufik Mersam